Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

Puisi Cinta

Hilang bukan berarti terlupa Akan kisah dilema dalam ungkapan mesra Membuai mimpi akan purnama di cakrawala Dalam pelukan selimut rindu Nan terbungkam gulana Rasa tak pudar dalam roda masa Akan kisah jatuh bangun penyair kerdil Mengumbar tawa akan tajuk di sudut hati Dalam surat kecil yang kau alamatkan Pada nama berkawan diri Mimpi tak bermakna setinggi mentari Akan sukma nan dirundung sepi Menanti sejuknya cita dalam dekapan sajak Puisi cinta namanya Cita tak terkikis hasrat rindu Akan album puisi di anyaman fajar dan senja Mengait suka dalam gema sayang Di kotak yang kau tinggalkan Pada melodi tempatmu menunggu Mimpi tak bermakna seluas Pasifik Akan kisah nan dirundung dahaga Menanti sejuknya cita dalam dekapan sajak Puisi cinta namanya Sendiri bukan berarti terlupa Akan secercah harap dalam diam Mengukir kenangan roman kehidupan Menyisakan senyum mengundang debur Dalam palung sukma nan jauh Sepucuk surat bertinta kasih Memendam rindu senyumanmu Mengirim melodi indah Dalam puisi cin...

Sunyi

Sunyi berteman sendiri Tempat daku berdelusi Akan asa yang tersisih habis Dirimbunnya hawa nafsu cakrawati Sunyi tinggallah seorang Yang meringkuk dalam sesal tiada tara Dalam hardik penyesalan Mengenang bekunya akal dan jiwa Sunyi menebar duri Setiap senti dosa ini Menyatukan melodi roman nan terberai Pada padang yang senyap, sepi Sunyi melebur perih Yang datang silih berganti Membuai medial dalam jeruji Setiap sel yang terdiami   Sunyi menangkap cela Dari sentuhan racun pesona Dalam cawan-cawan emas Dan bibir si apel merah Sunyi berbayang memori Siluet-siluet beringas nan licik Menari di beliung ekonomi Menghunus setiap lilin bersinar sepi Sunyi berbuah syair Di malam ingar-bingar kuda besi Dalam euforia metropolis Menyisakan embun sebeku janubi 

Entah Di Mana

Kenangan itu tersia, sayang Tergores hujan dan debur angin Terbawa ombak hingga pesisir Entah di mana, ku tak tahu Bayangan itu dibuang, sayang Tersapu masa dalam narasi udara Berselimut debu Usang, tak terjamah Siluet itu ditinggal, sayang Ditemani sunyi nan sendiri Tak tergapai dalam terjemah melodi masa kini Ingatan itu samar, sayang Tak kuasa tuk kembali Mengenang dalam iklim duka Seulas histori nasionalis Kenangan itu tersia, sayang Entah di mana, ku tak tahu

Milenial & Politik

Politik lagi, politik lagi. Dari whatsapp story, feed instagram, cuitan twitter, dan banyak platform lain yang tak absen dihinggapi akun bertema politik. Sebenarnya ada apa sih dengan politik? Kalau kita melihat gambaran politik saat ini, selalu saja tergambar di benak kita tentang pemerintah yang berebut kursi jabatan, skandal korupsi, kebijakan omong kosong, dan masih banyak cerita menyedihkan yang menyertainya. Alhasil, daripada ngurusin politik yang bikin panas raga dan jiwa, kaum milenial memilih asik dengan dunianya. Berhalu ria dengan para Oppa, asik menghayalkan adegan film yang berhasil ditamatkan, atau berjuang sekuat tenaga menaikkan level demi level pada karakter game onlinenya. Gara-gara hal inilah, perhatian kaum milenial terkuras habis untuk dunia imajinasinya. Padahal ada hal super urgent untuk diperhatikan, yaitu kondisi kehidupan kita yang nyata, bukan sekedar dunia maya. Kalau kita hanya melihat kondisi politik saat ini, memang sangat meresahkan. Dimana orang-orang h...