Yuk, Tanamkan Empati

Pernah nggak sih, temen kita cerita tentang dirinya, terus kita ikutan baper? Kalau denger cerita sedih, kita ikut mewek, sedangkan kalau kita dikasih kabar baik kitanya ikut happy

Itulah empati, yaitu keadaan mental yang membuat seseorang merasa dirinya dalam keadaan, perasaan atau pikiran yang sama dengan orang lain

Dalam Islam, empati merupakan salah satu hal terpuji. Karena empati ialah sumber dari sikap gotong royong dan peduli kita terhadap sesama

Bahkan Allah SWT telah menegaskan dalam QS. an-Nisa' ayat 8:

وَإِذَا حَضَرَ الْقِسْمَةَ أُولُو الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينُ فَارْزُقُوهُمْ مِنْهُ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلًا مَعْرُوفًا


Artinya: "Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir beberapa kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik." 

Pada ayat tersebut dijelaskan bahwa ketika ada kerabat, anak yatim, dan orang miskin yang ikut menyaksikan pembagian warisan, maka mereka diberi bagian sekadarnya sebagai bentuk rasa kasih dan sayang.

Dari Nu’man bin Basyir ra, Nabi SAW bersabda:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ فِيْ تَوَادِهِمْ وَ تَرَا حُمِهِمْ وَ تَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّعَمِرِ وَ الحُمَّى

“Perumpamaan orang-orang beriman dalam cinta, kasih sayang, dan kelembutan mereka layaknya tubuh. Bila satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuhnya turut merasakan susah tidur dan demam.” (HR. Muslim)

Hadits di atas juga dapat mengajarkan pentingnya berempati. Bagaimana diri kita dapat peka terhadap perasaan orang lain, membayangkan berada di posisi orang lain, berlatih mengorbankan milik diri sendiri, serta bagaimana kita dapat membahagiakan orang lain.

Pun ketika kita dihadapkan pada cerita peluru yang bersarang di Palestina, jeruji mengurung Uygur, kemiskinan menjadi sarapan kaum bawah di Indonesia dan belahan bumi yang lain, serta berbagai kisah pilu yang tak lagi terhitung. Sudah selayaknya kita merasakan hal yang sama, bahwa dunia tidak sedang baik-baik saja. Dan begitulah Allah menghadirkan empati untuk mempersatukan manusia, khususnya muslim yang bagaikan satu tubuh.

Dunia butuh rasa empati kita, dengan berpikir dan bertindak tantang solusi tuntas masalah umat. Kita yang kini terpecah belah karena kedok nasionalisme buah dari sistem kapitalisme hanya mampu merindukan persatuan sejati. Yakni ketika dunia tunduk pada kekuasaan Khilafah Islamiyyah.

Demikianlah tugas kita, untuk mengembalikan kejayaan daulah Islam sebagai bentuk empati kita untuk memberikan solusi terbaik atas permasalahan umat saat ini.

Karena apabila sistem Islam kembali hadir di kehidupan, seluruh manusia akan diberikan perlindungan dan kenyamanan, baik bagi muslim maupun kaum non-muslim sekalipun. Seperti yang telah sejarah catat, bahwa kedamaian Islam itu nyata dan telah mempersatukan hampir dua pertiga dunia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hitam vs Putih